Pikiran itu konsisten sedangkan realita itu kontradiksi karena terikat ruang dan waktu. Didalam dunia ini tidak ada benda yang sama bahkan benda yang sama saja memiliki benda dan ruang waktu yang berbeda. Contohnya, Prof Marsigit dapat memiliki foto lebih dari 1 milyar padahal objeknya hanya satu hal ini menunjukkan hal yang persis sama pun bisa berbeda.
Hukum
realita itu berbeda, didalam matematika bisa kita tuliskan A tidak sama dengan
A. oleh sebab itu relaita terikat ruang dan waktu. Di zaman plato matematika
sudah terdapat dua bagian matematika objek dan realita. Untuk anak SD sangat
sulit untuk belajar matematika dalam bentuk objek pikir oleh sebab itu
sebaiknya dilakanakan dalam realita. Matematika dalam objek berpikir terbebas oleh
ruang dan waktu. Objek matematika berpikir atau bersifat abstrak harus memiliki
kekonsistenan. Kebenaran yang dilakukan dalam berpikir abstrak dalam matematika
murni itu harus bersifat koherensi yang disebut apriori sedangkan
kebenaran dalam realita harus bersifat sintetik artinya peristiwa satu harus
berhubungan dengan peristiwa lainnya yang disebut dengan apestoriori
Salah
satu matematikawan plato lebih memilih memgembangkan matematika yang bersifat
abstrak. Dia berpandangan bahwa matematika sudah diberikan oleh tuhan apa saja
yang belum ada itu hanya belum ditemukan saja oleh manusia. Aristoteles sebagai
murid Plato mengambil sikap yang bersebarangan dari gurunya. Dia mengambil
pandangan bahwa matematika berdasarkan realitas.
Turunan
dari kedau tokoh tersebut yaitu adanya perang pemikiran oleh Descartes dan
David hume karena perebedaan rasionalisme dan empiricisme. Selanjutnya,
hadirlah Imanuel Kant yang memasukkan kedua unsur rasionalisme dan empiricism.
Kant berpandangan dengan hal apestoriori dan sintetik. Dengan
mengawinkan rasionalisme dan empiricsme dimana rasionalisme sebagai apriori nya
dan empiricsime sebagai sintetiknya maka ilmu menurut Imanuel Kant adalah
apriori dan sintetik. Menurut Imanuel Kant matematika adalah bukan ilmu jika
tidak dicocokkan dengan kenyatannya. Imanuel Kant merupakan bapak dari
Saintifik.
Mahasiswa
yang belajar matematika di perguruan tinggi secara tidak sadar mengikuti paham Hilbert.
Apa yang kita pelajari seperti kalkulus geometri, aljabar dan lain-lain
merupakan pandangan yang diambil dari Hilbert. Hilbert berusaha membuat
matematika yang tunggal tetapi disanggah oleh muridnya sendiri yaitu Godel
dengan teori kelengkapan.
Pahlawan-pahlawan
pembangunan berasa dari matematika murni disadarkan dari segala hal pembangunan
menggunakan matematika contohnya saja logaritma dalam pemograman computer. Akan
tetapi menjadi hal yang berlawanan bahwa anak-anak tidak menyukai matematika
jika bersifa absolutism.
Dunia
matematika sampai sekarang terus berhadap hadapan dimana sekarang matematika
terbagi menjadi Absolutism Vs Falabilism/Contructivism. Seharusnya para
pendidik di sekolah dasar harus
berpandangan Falabilisim. Ketidak pahaman ini mengakibatkan merusak intuisi
dari anak-anak didik kita.
Siswa
yang kehilangan intuisi menyebabkan kehilangan empati, kehilangan empati
menyebabkan kehilangan kasih sayang, kehilangan kasih sayang menyebabkan
tauran. Hal ini menunjukkan bahwa matematika itu tergantung ambisi orang tua,
ambisi guru, ambisi sekolah, ambisi perusahan tidak memandang kebutuhan dari
siswa itu sendiri. Pembelajaran traditional termasuk pembelajaran berdasarkan
ambisi orang tua. Meski banyak menyebut kapitalisme tetap saja pembelajaran nya
traditional.
Berdasarkan
penjelasan-penjelasan diatas menunjukkan bahwa mathematical thinking tergantung
dari pandangan dan ambisi guru masing-masing. Ambisi itu juga yang mempengaruhi
daya matematika nya.
Dalam
pembelajaran Fallibism yang terpenting adalah bagaimana membuat matematika
lebih menyenangkan siswa. Membuat matematika sebagai kreativitas dan kegiatan
yang membelajarkan matematika dengan menarik.
Ada
dua ranah kuat yang bereda dalam matematika mengakibatkan daya matematika nya
pun berdasarkan hal tersebut. Di dalam matetmaika murni dalam membuktikan
sebuah matematika didasarkan dari keidentikan teorema, aksioma, dan postulat
yang dipakai. Sedangkan, untuk Fallibism dan kawan-kawannya memiliki pengertian
daya matematika adalah kecocokan dan kekoherenan dalam kegiatan bermatematika
Kant’s
Theory Math Knowledge merupakan karangan dari Prof Marsigit yang diambil dari
buku Kritikan dari Imanuel Kant. Ilmu matematika terjadi dari interaksi antara
rasionalism dan fallibism secara herematika. Selanjutnya dalam gambar ini juga
terdapat intuisi. Intuisi kasih sayang dan memiliki kasih sayang. Contohnya
lagi kesurupuan adalah sebuah intuisi, orang yang kesurupan belum tentu bisa
mendefinisikan cinta, orang yang mengerti kesurupan belum tentu bisa kesurupan,
oleh sebab itu intuisi tidak dapat didefinisikan.
Daya
matematika merupakan urusannya Pendidikan bukan dari matematika murni.
Pembelajaran matematika harus berubah dari pembelajaran traditional ke
pembelajaran yang inovativ.
Matematika
sekolah menurut Ebbut dan Straker 1995, matematika adalah kegiatan
berkomunikasi, mencari hubungan, aktivitas problem solving, dan
matematika adalah investigasi. Matematika jangan memberikan beban kepada siswa
hanya diukur dari ujian nasional nya saja.
Segala
sesuatu yang di lihat didengarkan di abstraksi yang mana masuk kedalam yang
disebut epoche. Segala sesuatu yang telah kita lihat disimpan didalam sana.
Contohnya sja sekarang perkuliahan dengan pak Marsigit sekarang yang terpiloh
adalah melihat pak Marsigit dan yang lainnya disimpan di epoche.
Hermeneutics of the iceberg approach menggabungkan vertical mathematics dengan horizontal mathematics dimana hal ini lah menjadi perantara anatara plato dan Aristoteles. Kemudian, pada Icberg Approach in Realistics Mathematics (Moerlands, 2004 in Sutarto, 2008)
terimakasih ilmunya
BalasHapus