Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2021

Daya Matematika bersama Prof. Dr. Marsigit, M.A.: Pandangan Matematika Plato Vs Aristoteles

                     Pikiran itu konsisten sedangkan realita itu kontradiksi karena terikat ruang dan waktu. Didalam dunia ini tidak ada benda yang sama bahkan benda yang sama saja memiliki benda dan ruang waktu yang berbeda. Contohnya, Prof Marsigit dapat memiliki foto lebih dari 1 milyar padahal objeknya hanya satu hal ini menunjukkan hal yang persis sama pun bisa berbeda.               Hukum realita itu berbeda, didalam matematika bisa kita tuliskan A tidak sama dengan A. oleh sebab itu relaita terikat ruang dan waktu. Di zaman plato matematika sudah terdapat dua bagian matematika objek dan realita. Untuk anak SD sangat sulit untuk belajar matematika dalam bentuk objek pikir oleh sebab itu sebaiknya dilakanakan dalam realita. Matematika dalam objek berpikir terbebas oleh ruang dan waktu. Objek matematika berpikir atau bersifat abstrak harus memiliki kekonsis...

Belajar dari Amanda Goerman: Kuliah Daya Matematika bersama Prof. Dr. Marsigit, M.A.

  Mata kuliah ini dibuka dengan pemutara video YouToube Amanda Goerman. Tujuan dari Prof.Marsigit dalam pemutaran video ini adalah agar mahasiswa beremangat dalam melaksanakan kulih. Video ini mengajarkan beberapa hal bahwa komunikasi menjadi hal yang massive yang dapat merubah rakyat Amerika yang awalnya bersitegang menjadi kondusif. Kemudian, matematika masih dianggap kebanyakan orang hanya sebuah ilmu berhitung saja padahal matematika adalah juga termasuk lengauge. Ada beberapa teori mengenai daya matematika akan tetapi kita sebagai akademisi harus tetap kritis terhadap teori tersebut. Misalkan saja ada teori yang dikatakan ProfMarsigit kurang karena tidak adanya abstraksi, padahal abstraksi adalah merupakan hal penting dalam matematika, orang mati saja untuk menentukan dimana dia dikuburkan itu sudah terjadi abstraksi. Didalam pembelajaran mata kuliah ini juga sangat dilandasi oleh filsafat ilmu. Selanjutnya, dalam sebuah pembelajaran hendaknya seorang pendidik itu tidak ...

Puisi Pengantar Perkuliahan: Kuliah Daya Matematika bersama Prof. Dr. Marsigit, M.A.

Puisi dari Amanda Goerman  When day comes we ask ourselves, where can we find light in this never-ending shade? (Ketika hari tiba kita bertanya pada diri kita sendiri, di mana kita dapat menemukan cahaya di bawah bayangan tiada akhir ini?) The loss we carry, a sea we must wade (Kehilangan yang kita pikul, laut yang harus kita arungi) We've braved the belly of the beast (Kita telah menantang "perut binatang buas") We've learned that quiet isn't always peace (Kita belajar bahwa diam bukan selalu berarti kedamaian) And the norms and notions of what just is (Dan norma dan pengertian tentang kondisi apa adanya) Isn't always just-ice (Tak selalu berisi keadilan) And yet the dawn is ours before we knew it (Namun fajar adalah milik kita sebelum kita menyadarinya) Somehow we do it (Entah bagaimana kita melakukannya) Somehow we've weathered and witnessed a nation that isn't broken but simple unfinished (Entah bagaimana kita telah melewati dan menyaksikan seb...

Profil Dosen Mata Kuliah Daya Matematika

  Prof. Dr. Marsigit, MA. Sumber:  http://staffnew.uny.ac.id/staff/131268114