Langsung ke konten utama

Puisi Pengantar Perkuliahan: Kuliah Daya Matematika bersama Prof. Dr. Marsigit, M.A.

Puisi dari Amanda Goerman 


When day comes we ask ourselves, where can we find light in this never-ending shade? (Ketika hari tiba kita bertanya pada diri kita sendiri, di mana kita dapat menemukan cahaya di bawah bayangan tiada akhir ini?)

The loss we carry, a sea we must wade (Kehilangan yang kita pikul, laut yang harus kita arungi) We've braved the belly of the beast (Kita telah menantang "perut binatang buas") We've learned that quiet isn't always peace (Kita belajar bahwa diam bukan selalu berarti kedamaian) And the norms and notions of what just is (Dan norma dan pengertian tentang kondisi apa adanya) Isn't always just-ice (Tak selalu berisi keadilan) And yet the dawn is ours before we knew it (Namun fajar adalah milik kita sebelum kita menyadarinya)

Somehow we do it (Entah bagaimana kita melakukannya) Somehow we've weathered and witnessed a nation that isn't broken but simple unfinished (Entah bagaimana kita telah melewati dan menyaksikan sebuah bangsa yang tak hancur, tapi benar-benar belum selesai) We the successors of a country and a time (Kita, penerus suatu negara dan zaman) \

Where a skinny Black girl descended from slaves and raised by a single mother can dream of becoming president only to find herself reciting for one (Di mana seorang gadis kulit hitam kurus keturunan budak dan dibesarkan seorang ibu tunggal dapat bermimpi jadi presiden hanya untuk mendapati dirinya membaca (puisi) untuk presiden)

And yes we are far from polished (Dan ya kita masih jauh dari terpoles) far from pristine (Jauh dari murni) but that doesn't mean we are striving to form a union that is perfect (Tapi, bukan berarti kita semata berjuang untuk membentuk persatuan yang sempurna) We are striving to forge a union with purpose (Kita berusaha menjalin persatuan dengan mengenggam tujuan tertentu)

To compose a country committed to all cultures, colors, characters and conditions of man (Untuk menghadirkan negara yang berkomitmen pada semua budaya, warna, karakter, dan kondisi manusia) And so we lift our gazes not to what stands between us but what stands before us (Jadi kita memandang bukan ke apa yang berdiri di antara kita, tapi apa yang ada di depan kita)

We close the divide because we know, to put our future first,we must first put our differences aside (Kita menutup kesenjangan karena kita tahu, untuk mengutamakan masa depan, pertama-tama kita harus mengesampingkan perbedaan) We lay down our arms so we can reach out our arms to one another (Kami "membaringkan" tangan kami sehingga dapat mengulurkan tangan pada satu sama lain) We seek harm to none and harmony for all (Kami tak mencari kesakitan bagi siapa pun dan harmoni untuk semua)

Let the globe, if nothing else, say this is true (Biarkan dunia, jika tak ada yang lain, mengatakan bahwa ini benar) That even as we grieved, we grew (Bahkan saat berduka, kami berkembang) That even as we hurt, we hoped (Bahwa saat tersakiti, kami berharap) That even as we tired, we tried (Bahkan saat lelah, kami mencoba) That we'll forever be tied together, victorious (Bahwa selamanya kita akan terikat bersama, menang) Not because we will never again know defeat (Bukan karena kita tak akan pernah tahu kekalahan lagi) but because we will never again sow division (Tapi karena kita tak akan pernah lagi menabur perpecahan)

Scripture tells us to envision that everyone shall sit under their own vine and fig tree (Alkitab memberi tahu kita untuk membayangkan bahwa setiap orang akan duduk di bawah pohon anggur dan pohon ara mereka sendiri) And no one shall make them afraid (Dan tak seorang pun akan membuat mereka takut) If we're to live up to our own time (Jika kita ingin hidup sesuai waktu kita sendiri) Then victory won't lie in the blade (Maka kemenangan tak terletak pada mata pisau)  But in all the bridges we've made (Tapi di semua jembatan yang telah kita bangun) That is the promise to glade (Itu adalah janji untuk ruang hijau) The hill we climb (Bukit yang kita daki) If only we dare (Kalau saja kita berani) It's because being American is more than a pride we inherit, (Itu karena jadi orang Amerika lebih dari sekadar kebanggaan yang diwariskan) it's the past we step into and how we repair it (Ini adalah tentang masa lalu dan bagaimana kami memperbaikinya)

We've seen a force that would shatter our nation rather than share it (Kita telah melihat kekuatan yang akan menghancurkan bangsa daripada memberikan) Would destroy our country if it meant delaying democracy (Akan menghancurkan negara kita jika itu berarti menunda demokrasi)And this effort very nearly succeeded (Dan upaya ini hampir berhasil) But while democracy can be periodically delay edit can never be permanently defeated (Tapi sementara demokrasi dapat ditunda secara berkala, penyuntingan tak pernah bisa dikalahkan secara permanen)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daya Matematika bersama Prof. Dr. Marsigit, M.A.: Pandangan Matematika Plato Vs Aristoteles

                     Pikiran itu konsisten sedangkan realita itu kontradiksi karena terikat ruang dan waktu. Didalam dunia ini tidak ada benda yang sama bahkan benda yang sama saja memiliki benda dan ruang waktu yang berbeda. Contohnya, Prof Marsigit dapat memiliki foto lebih dari 1 milyar padahal objeknya hanya satu hal ini menunjukkan hal yang persis sama pun bisa berbeda.               Hukum realita itu berbeda, didalam matematika bisa kita tuliskan A tidak sama dengan A. oleh sebab itu relaita terikat ruang dan waktu. Di zaman plato matematika sudah terdapat dua bagian matematika objek dan realita. Untuk anak SD sangat sulit untuk belajar matematika dalam bentuk objek pikir oleh sebab itu sebaiknya dilakanakan dalam realita. Matematika dalam objek berpikir terbebas oleh ruang dan waktu. Objek matematika berpikir atau bersifat abstrak harus memiliki kekonsis...

Belajar dari Amanda Goerman: Kuliah Daya Matematika bersama Prof. Dr. Marsigit, M.A.

  Mata kuliah ini dibuka dengan pemutara video YouToube Amanda Goerman. Tujuan dari Prof.Marsigit dalam pemutaran video ini adalah agar mahasiswa beremangat dalam melaksanakan kulih. Video ini mengajarkan beberapa hal bahwa komunikasi menjadi hal yang massive yang dapat merubah rakyat Amerika yang awalnya bersitegang menjadi kondusif. Kemudian, matematika masih dianggap kebanyakan orang hanya sebuah ilmu berhitung saja padahal matematika adalah juga termasuk lengauge. Ada beberapa teori mengenai daya matematika akan tetapi kita sebagai akademisi harus tetap kritis terhadap teori tersebut. Misalkan saja ada teori yang dikatakan ProfMarsigit kurang karena tidak adanya abstraksi, padahal abstraksi adalah merupakan hal penting dalam matematika, orang mati saja untuk menentukan dimana dia dikuburkan itu sudah terjadi abstraksi. Didalam pembelajaran mata kuliah ini juga sangat dilandasi oleh filsafat ilmu. Selanjutnya, dalam sebuah pembelajaran hendaknya seorang pendidik itu tidak ...